Jumat, 25 Februari 2011

KELEBIHAN & KEKURANGAN PEREKRUTAN KARYAWAN MELALUI INTERNET


KELEBIHAN & KEKURANGAN PEREKRUTAN KARYAWAN MELALUI INTERNET


1. Pengertian Rekrutmen
Perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualitas untuk pekerjaan diperusahaan melalui serangkaian aktivisitas. Perekrutan harus dipandang secara strategis, dan harus diadakan diskusi tentang pasar tenaga kerja yang relevan dimana perekrutan di lakukan.
2. Tahap-Tahap Perekrutan
Pada dasarnya dalam proses perekrutan karyawan terdapat beberapa tahap perekrutan karyawan yang terdiri antara lain mengenai tahap – tahap yaitu :
a. Interview kuatifikasi Pelamar
b. Melaksanakan Interview Pendahuluan
c. Melaksanakan Tes
d. Melaksanakan Interview untuk seleksi
e. Melihat Referensi
f. Melakukan Penawaran Kerja
g. Melaksanakan Tes Fisik

4. Sumber Rekrutmen
ada beberapa sumber –sumber pelamar antara lain :
a. Dari dalam organisasi atau dari perusahaan sendiri.
b. Dari Pelamar yang tidak mengajukan lamaran
c. Teman – teman pegawai
d. Melalui adpertensi
Rekrut ini dilakukan dengan melalui media cetak maupun elektronik, dengan mencantumkan spesifikasi pekerjaan.

http://www.scribd.com/doc/33079757/sistem-perekrutan-karyawan



Keuntungan melamar kerja melalui internet

Melamar kerja semakin mudah karena kita tidak harus mengirimkan surat lamaran lewat pos. Dengan adanya internet, pelamar kerja bisa saja mengirimkan lamarannya lewat e-mail.
Kelebihan internet bagi pencari kerja ini adalah
Efisiensi waktu dan biaya, seperti lamaran yang dikirim bisa dengan mudah, cepat, dan langsung dikirim oleh perusahaan bahkan dalam hitungan detik.
Menerima pemberitahuan otomatis untuk lowongan – lowongan yang cocok dengan resumenya.
Informasi lowongan kerja yang sesuai dengan Curicullum Vitae (CV) pelamar juga dapat diterima secara gratis dan cepat.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila kita mendaftarkan diri di situs pencari kerja. Di antaranya:
Secara rutin memperbarui data pribadi dan CV. Kerena data yang tidak pernah diperbarui akan memengaruhi penilaian pada CV.
Memaksimalkan fitur yang ada. Lengkapi seluruh form pengisian resume, aktifkan fitur pemberitahuan lowongan otomatis dan penerimaan newsletter karena perusahaan akan mengirimkan informasi tentang lowongan kerja yang cocok dengan kita, fitur baru, tip, maupun trik serta informasi penting lainnya ke alamat e-mail kita.
Melamar pekerjaan yang sungguh-sungguh sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Bila kita melamar pada sembarang posisi, padahal tidak sesuai dengan kriteria perusahaan, hal ini justru bisa merusak citra kita sendiri. Lebih baik lamaran tetap fokus pada kompetensi dan persyaratan perusahaan.
Karena ada situs yang melonggarkan restriksinya sehingga resume kita bisa dilihat publik, ada baiknya kita memerhatikan restriksi yang digunakan pada situs kerja. Bila tidak ingin resume kita dilihat oleh publik, gunakan fasilitas blokir resume.
Sukses melamar kerja ini ditulis Dony, S-Wardhana dalam buku Cara Cerdas Cari Uang yang diterbitkan oleh KawanPustaka. Dalam buku tersebut, Dony juga mengemukakan alasan mengapa kita bekerja, kelebihan dan kekurangan setiap pilihan yang kita ambil—menjadi karyawan ataupun wirausahawan, serta tip dan trik sukses menjadi karyawan dan wirausahawan.

http://www.kawanpustaka.com/kabar-kawan/50-sukses-melamar-kerja-lewat-internet.html

Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan Dalam Wawancara

Dalam wawancarakerja, umumnya anda akan dihadapkan pada pertanyaan "Apa kekurangan dan kelebihan anda..?". Meski kedengarannya sepele tapi ternyata banyak yang masih bingung dalam menjawab pertanyaan semacam ini. Padahal pertanyaan ini mau nggak mau harus dijawab. Karena bisa jadi jawaban dari pertanyaan ini mempengaruhi keputusan penerimaan.Sebenarnya wajar sih kalau anda bingung. Masalahnya mengungkap kelebihan diri sendiri bukanlah hal yang gampang, apalagi mengungkapkan kekurangan diri. Rasanya anda harus mengerutkan kening untuk menjawabnya. Tapi sekarang nggak perlu grogi lagi kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Kuncinya, anda harus mengungkapkan kelebihan diri tanpa kesan sombong dan berlebihan, sedangkan untuk mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan kualitas diri anda sendiri.Sebaiknya dalam mengungkapkan kelebihan, anda harus mempertimbangkan kemampuan dasar yang sudah anda miliki kemudian menggabungkannya dengan kemampuan khusus yang dituntut oleh perusahaan yang memanggil anda. Perlu anda catat, kemampuan dasar biasanya berkaitan dengan 'soft skill' seperti kemampuan menganalisis, kerjasama, komunikasi, memimpin organisasi, dan lain-lain.Jangan ragu untuk mengungkapkan semua kemampuan tersebut. Karena perusahaan akan menghargai kemampuan dasar anda, alasannya hal ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan diri. Sedangkan kemampuan khusus seringkali berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis yang diperlukan perusahaan, misalnya kemampuan akunting, kemampuan mengelola data, kemampuan bahasa, pemasaran, dll. Dan kemampuan khusus ini biasanya semakin meningkat dengan beberapa pengalaman kerja anda di perusahaan terdahulu. So, biar perusahaan berpikir seribu kali untuk menolak anda, jualah kemampuan dasar dan kemampuan khusus yang sudah anda miliki.Lalu bagaimana cara mengungkapkan kekurangan anda...? Untuk kekurangan, sampaikanlah hal-hal khusus yang berkaitan dengan belum banyaknya pengalaman yang anda dapatkan dalam bidang tertentu. Sampaikan tanpa nada merendahkan diri dan katakan bahwa anda adalah orang yang selalu ingin belajar. Katakan juga bahwa anda merupakan orang yang cepat memahami dalam mempelajari sesuatu. Dan juga katakan bahwa anda bukanlah orang yang pasrah dengan kekurangan.Pendek kata, anda tidak keberatan mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai kemajuan yang diharapkan. Dengan demikian anda telah mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan diri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa anda memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Sehingga perusahaan akan menilai bahwa anda adalah orang yang punya motivasi untuk terus berkembang.So, walau anda telah mengungkapkan kekurangan, perusahaan tetap menilai positif diri anda. Dan selanjutnya, tunggu aja keputusan perusahaan! Percaya deh kalau kekurangan anda tidak lebih banyak dibanding kelebihan anda yang menguntungkan perusahaan, perusahaan akan tertarik mengajak andabergabung. Tapi jika anda sudah benar-benar bergabung dengan perusahaan terse but tentu saja apa yang sudah anda 'jual' dalam wawancara harus bisa anda buktikan.

http://lowongankerja-bamsyul.blogspot.com/2009/06/mengungkapkan-kelebihan-dan-kekurangan.html

Kelebihan & kekurangan perekrutan melalui Internet
Memang pada awalnya orang berpikir bahwa prosedur melamar pekerjaan secara tertulis akan musnah seiring dengan memasyarakatnya penggunaan internet. Namun hingga saat ini, iklan lowongan pekerjaan di koran justru semakin banyak dan pengiriman lamaran tertulis tak juga punah. Segala kemudahan mengirim lamaran online baik melalui email atau dengan proses online apply yang disediakan oleh situs lowongan pekerjaan, pada awalnya disambut dengan sangat antusias. Baik bagi para employer (perusahaan) ataupun pencari kerja. Dari sisi pencari kerja, terdapat penghematan luar biasa dimana biaya pos yang mahal dapat ditekan berganti dengan biaya ngenet yang jauh lebih murah. Bagi perusahaan juga begitu, mereka tidak perlu harus tenggelam ke dalam tumpukan dokumen kertas yang berjibun. Tapi akhir-akhir ini, terjadi kecenderungan bahwa pihak employer kini lebih memperhatikan lamaran yang dikirim dengan cara konvensional. Alasannya, mereka yang mengirimkan lamaran dengan cara ini lebih antusias dan menaruh perhatian terhadap lowongan pekerjaan yang mereka buka.
Karena menurut para employer, mereka rela membayar lebih mahal, memeras tenaga lebih besar, dan membuang waktu lebih banyak ketimbang mereka yang mengirim lamaran lewat email ataupun online apply yang kerapkali tidak muncul saat panggilan test / wawancara. Sebab mereka yang melamar secaraonline seringkali sekedar iseng-iseng karena saking mudahnya mengirimkan lamaran. Di lain pihak ada salah seorang HRD pernah berkata bahwa ia lebih suka memanggil calon karyawan yang melamar melalui lamaran tertulis via pos dengan alasan yang sangat sederhana, karena ia tak perlu lagi mencetak softcopy dokumen dari kandidat yang akan ia wawancara. Kecenderungan ini muncul karena penyalahgunaan kemudahan pengiriman lamaran online oleh para pencari kerja. Main kirim lamaran online tanpa mempedulikan kriteria yang ditentukan oleh pemasang iklan lowongan kerja dan main klik online apply tanpa peduli apakah ybs mau hadir dalam wawancara atau test.

http://jatimjobz.blogspot.com/2009/08/kelebihan-dan-kelemahan-mengirimkan.html

Ditulis oleh :
Nama : HANA THAHIR
NPM : 10507102
Kelas : 4 PA 06

Sabtu, 13 November 2010

iklan

PENGERTIAN IKLAN
Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan. Sedangkan menurut Paul Copley,
advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade.
Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk. Dari beberapa pengertian diatas, pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan.
JENIS-JENIS IKLAN
Dilihat dari tujuannya, ada beberapa jenis iklan, yakni : comercial advertising, corporate advertising, dan public service advertising.
1. Comercial Advertising. Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial ini sendiri terbagi menjadi beberapa macam.
• Iklan Strategis. Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
• Iklan Taktis. Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respon pada hari yang sama.
2. Corporate Advertising. Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan Corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan Corporate merupakan bentuk lain dari iklan strategis ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai korporatnya kepada Public.
Iklan Corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
3. Public Service Advertising. Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong penghargaan terhadap perbedaan pendapat, keluarga berencana, dan sebagainya

CIRI – CIRI IKLAN YANG BAIK
ciri ciri iklan yang baik harus memiliki kriteria di bawah ini :
1. Mempunyai sasaran yang jelas,dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua,ini juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen tergantung pada kualitas,harga,distribusi(jangkauan pemasaran)
2. Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dariproduk dan jasa yang di iklankan.
3. Mempunyai daya tarik tertentu hingga konsumen yang di sasarnya bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan,selain kata kata menarik,daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.
4. Sajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.
5. Komunikasi iklan memiliki empat unsur utama yaitu : a). Pengirim iklan adalah produsen atau dalam bisnis periklanan di wakili biro iklan b).Isi iklan dalam iklan ada headline kalimat singkat tidak lebih dari 10 kata dan di harapkan konsumen langsung dapat banyak informasi mengenai produk dan jasa body copy adalah informasi tambahan bila konsumen tertarik.
c).Media komunikasi tempat iklan di sajikan baik di media cetak,media elektronik atau media lainnya antara lain media internet yang penetrasinya di indonesia masih kurang,billboard dll.
d).Penerima iklan konsumen yang di sasar produk barang atau jasa kita.
6. Pilihlah slogan dengan kata kata padat dan berisi yang merupakan gambaran terhadap headline di mana konsumen dapat membaca lebih detail.
contoh:
sepatu nike dengan “ just do it “
atau yamaha montor
dengan” touching your heart”.

SUMBER :
http://www.iklansiapa.com/artikel/definisi-iklan.html
http://pengantarperiklanan.blogspot.com/2008/03/jenis-jenis-iklan.html
http://matamerahadv.wordpress.com/2009/05/14/ciri-ciri-iklan-yang-baik/

Senin, 25 Oktober 2010

Siasat Baru Berjualan Sepatu



Tabloid Nova Senin 23 Maret 2009


Industri sepatu lokal tengah dihantam badai krisis global. Ada yang bertahan, banyak pula yang tenggelam. Berbagai upaya dilakukan. Dunia maya sebagai alternatif pemasaran yang efektif menarik untuk dilirik.
Suatu siang dua gadis memasuki Toko Sepatu Laila di Jalan Genteng Hijau, Kuningan (belakang Perbanas), Jakarta. Tika, nama gadis itu, menyodorkan selembar nota pesanan. "Toko ini langganan mama saya. Saya baru sekali ini pesan. Habis, cari sepatu yang saya mau, di toko enggak ada," jelas mahasiswi ITB itu.
Laila (40), sang pemilik toko, memang sudah lama memberi jasa pembuatan sepatu. Langganannya beragam, dari para pemilik toko sepatu, desainer, sampai mahasiswi. "Desainer sepatu, misalnya, pesan ke saya tapi bahan baku dari dia. Saya dan karyawan tinggal mengerjakan," kata ibu tiga anak yang sudah 10 tahun membuka usahanya.
Di daerah Kuningan itu, ada sekitar delapan industri rumahan sejenis. "Dulu cuma ayah saya yang bikin sepatu. Hasilnya dititipkan ke toko-toko sepatu. Ketika saya kuliah, timbul ide ikut basar dan ternyata laku," kisah Laila yang meneruskan usaha sang ayah, (alm) H. Mohammad Sidiq.
Bila pabrik sepatu besar banyak yang nyaris bangkrut dihantam krisis global dan bahan baku dari luar negeri naik sekitar 250 persen, Laila justru berbangga hati karena order masih terus berdatangan. "Biar banyak toko jual sepatu bermerek, nyatanya kami tetap dapat order. Minimal, sehari 10 orang datang dan pesan. Itu juga kalau pas sepi," ujar Laila yang menjual sepatunya dari harga Rp 80 ribu hingga di atas Rp 500 ribu. "Tergantung bahan baku. Kalau bahan dan solnyanya dari luar negeri, bisa sekitar Rp 250 ribu. Yang bahan bakunya dalam, sekitar Rp 100 ribu untuk sepatu perempuan. Kalau sepatu pria relatif mahal karena bahan kulitnya harus bagus dan kuat."
Sepatu nyaman dipakai adalah kunci sukses dagangan Laila. Sebelum membuat pesanan, biasanya ia menanyakan hingga soal kecil. "Misalnya, apakah ada perbedaan ukuran telapak kaki kiri dan kanan. Semua diukur dengan cermat supaya ukuran sepatu pas dan nyaman dipakai."

Turun Drastis
Lain lagi cerita Joko Semedi, produsen alas kaki asal Yogya yang bisa bertahan di masa krisis sekarang ini. Meski harga kulit impor naik drastis, "Untungnya pelanggan saya lebih banyak pesan sepatu dari kulit lokal. Ada juga yang bawa bahan sendiri, saya tinggal pasang payet," tutur pria yang membuka bengkel kerjanya di kawasan Njeron Beteng Kraton Yogyakarta.
Dulu, lanjut pria yang mewarisi usaha milik orangtuanya ini, spesialisasinya adalah selop pengantin yang dihias payet. "Sekarang produk saya lebih variatif supaya pelanggan juga makin senang dan tak beralih ke produsen lain. Hampir semua desainer di Yogya membuat sepatu dan selop ke saya," kata Joko yang mematok harga Rp 90 ribu sampai Rp 200 ribu.
Laila dan Joko jelas lebih beruntung dibanding para produsen sepatu di Pusat Industri Kerajinan (PIK) Pulogadung yang tengah mati-matian bertahan dari hantaman badai krisis global. Salah satunya, Latvia Shoes & Bag yang memproduksi sepatu pria dan wanita dewasa. Mieke, staf Latvia berkisah, "Sejak Oktober 2008 hingga awal tahun 2009, tidak ada kenaikan permintaan dari pelanggan yang rata-rata dari Indonesia Timur. Penurunannya sampai 60 persen. Tapi kami tetap bertahan," ujarnya optimis.
PROMO LEWAT WEB & BLOG
Ada berbagai cara untuk menyiasati pasar yang sedang sepi. Natalia Krisna Arini (26) lebih memilih berdagang sepatu trepes alias flat shoes lewat website. "Lebih praktis! Tanpa harus bayar uang sewa toko dan listrik, produk saya bisa dikenal di mana-mana. Cukup membayar teman yang mengelola website dan membayar domain setahun sekali," jelas Arini yang memakai merek Wonders Shoe.
Awalnya, Arini adalah supplier produk tas dan sepatu untuk beberapa distro di kawasan Tebet dan Bintaro. Setelah beberapa waktu tak ada peningkatan permintaan, Arini fokus ke usaha sepatu. Sejak Juni 2008 ia memilih website sebagai ajang menggelar dagangannya.
Di websitenya itulah Arini mengunggah foto-foto produk sepatu yang dijual rata-rata Rp 135 ribu. "Calon pembeli tinggal memilih model, warna, dan ukuran sepatu. Saya tidak melayani permintaan yang tidak sesuai dengan contoh. Dalam satu-dua minggu, barang sudah jadi dan siap kirim," tutur alumnus Fakultas Keguruan Sastra Inggris Atmajaya, Jakarta.
Memang, jika melongok websitenya beragam foto sepatu dengan warna-warni menarik terpampang disitu. Diakui Arini, pemilihan model dan warna sepatunya memang serba simpel dan cerah karena ia memang membidik pasar pelajar dan ibu-ibu muda. "Belum lagi kelebihan produk saya berupa tambahan busa empuk di dalam sepatu yang membuat si pemakai lebih nyaman. Jadi memudahkan aktivitas," tuturnya.
Agar bertahan dari terpaan krisis, banyak trik dilakukan Arini. Salah satunya, menggunakan fasilitas blog temannya. "Saya punya seorang teman yang membuatkan logo produk saya. Tiap bulan saya kirimi dia sepatu baru. Dia lalu memakai sepatu itu dan fotonya dipasang di blognya.
Nah, dari situ pembaca blognya bertanya, kemudian memesan sepatu pada saya," ujar Arini yang juga membuka distro sepatu dan kaos bersama suaminya di Kemanggisan Raya, Jakarta Barat. Kini, produk Wonder Shoe sudah dikenal dan dipesan orang sampai ke Malaysia dan Singapura.
MOTIF TAK PASARAN
Cerita berjualan lewat web juga datang dari Sintia (24). Perempuan muda ini memasarkan produk sandal untuk kaum muda bermerek Eighteen. "Sejak jualan lewat website gratisan, order jadi banyak," kata Sintia yang berbisnis sejak masih kuliah Unpar, Bandung.
Dalam menjalankan usahanya Sintia bekerja sama dengan seorang teman. Sintia kebagian mendesain, sementara pembuatannya diserahkan ke Tirsa yang memiliki workshop sepatu di kawasan Pasirpogor, Bandung. Bedanya dengan produk buatan Arini, "Calon pembeli boleh memesan warna produk yang beda dengan yang saya tampilkan di web."
Setelah usahanya berjalan mulus, Sintia membuat katalog, "Bagi yang berminat menjual produk saya, boleh menjadi reseller." Dengan begitu, kerja Sintia praktis lebih enteng. "Sekarang saya punya beberapa reseller di beberapa kota. Di Jakarta saja, paling tidak ada enam reseller. Per hari, reseller bisa mendatangkan order 6 pasang sandal."
Apa lagi trik Sintia untuk melanggengkan bisnisnya? "Banyak anak muda mendesain sepatu sesuai keinginan. Ada juga yang untuk dijual lagi. Saya sekadar mewujudkan keinginan mereka. Saya memang selalu mencari bahan yang enggak umum atau pasaran, baik motif dan warnanya. Mungkin itulah yang membuat anak-anak muda suka memesan produk ke saya. Selain unik, sepatu bikinan saya juga awet. Ibarat orang makan, sampai kenyang dikenakan, sepatunya belum rusak. Padahal, harganya murah, lho," urainya berpromosi.

OPINI :
menurut saya, produsen produk yang sesuai dengan keinginan konsumen harus lebih dikembangkan lagi. Apalagi dengan teknologi yang semakin maju bisa mempermudah penawaran produk tersebut atau publikasikan produk tersebut.

Kamis, 07 Oktober 2010

Pengaruh Psikologi Konsumen

PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSUMEN

Psikologi konsumen adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang prilaku konsumen pada seseorang atau manusia. Psikologi konsumen berakar pada psikologi periklanan dan penjualan. Pada psikologi konsumen tercakup penelitian tentang konsumen sebagai pembeli dan konsumen sebagai konsumen, konsumen sebagai warga negara, serta sebagai sumber data dari pengetahuan perilaku dasar. Masing-masing metode yang digunakan dalam psikologi konsumen memiliki keluasan perbedaan dalam hal disain eksperimentalnya, subjek yang diteliti, prosedur pengumpulan data, dan instrumen instrumennya.
Motif seseorang untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan, sangat bervariasi. Biasanya sulit untuk mengetahui motif yang sesungguhnya, ada berbagai motif membeli yang menurut seorang psikolog, Vance Packard, kebanyakan motif pembelian berkisar antara mencari kekayaan dan pangkat. Di dalam kegiatan menjual membeli sering terjadi perbedaan persepsi. Untuk mengamalkan persepsi perlu dilakukan beberapa hal meliputi, tujuan pemberian informasi, tugas dalam penyampaian informasi, metode komunikasi, alat alat yang digunakan, cara cara penyampaian, informasi, wadah atau organisasi dan personil, lokasi dan tempat operasi, waktu dan lamanya pelaksanaan, penanganan hambatan yang mungkin timbul, sistem pengawasan dan pengendalian. Tingkah laku konsumen banyak dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik seperti, jenis kelamin, usia,watak, status, sosial ekonomi, serta lokasi tempat tinggal.

PERILAKU KONSUMEN DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGIS
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

ISTILAH KONSUMSI, KONSUMEN, KONSUMTIF, & KONSUMERISME

♣ Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen. Pendapat lain juga datang dari Chaney (2003;54) konsumsi adalah seluruh tipe aktifitas sosial yang orang lakukan sehingga dapat di pakai untuk mencirikan dan mengenal mereka, selain (sebagai tambahan) apa yang mungkin mereka lakukan untuk hidup. Chaney menambahkan, gagasan bahwa konsumsi telah menjadi (atau sedang menjadi) fokus utama kehidupan sosial dan nilai-nilai kultural mendasari gagasan lebih umum dari budaya konsumen.

Contoh => Pada saat kita menggunakan suatu produk makanan seperti Indomie, chiki atau minuman artinya kita menggunakan barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan kita di saat kita sedang lapar atau haus


♣ Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.

Contoh => Seseorang yang sedang mengkonsumsi suatu barang seperti makanan atau minuman atau produk lain yang sesuai dengan kebutuhan kita.

♣ Konsumtif adalah suatu tindakan menggunakan suatu produk secara tidak tuntas. Artinya belum habis suatu produk dipakai, seseorang telah menggunakan produk jenis yang sama dari merk lain.
Contoh => Perilaku konsumtif yang bisa di contohkan adalah perilaku “BOROS”. Misalnya kita mengkonsumsi suatu makanan padahal makanan kita belum habis kemudian kita membuangnya kemudian membeli produk tersebut. Dan hal tersebut hanya membuang-buang uang yang dapat di gunakan untuk membeli produk lain yang lebih kita butuhkan.
♣ Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.
Contoh => Seseorang yang perokok berat akan sulit untuk mengurangi rasa candu pada rokok tersebut. Dan ia secara tidak sadar telah membunuh dirinya sendiri karena di dalam rokok tersebut banyak zat berbahaya seperti nikotin. Apabila zat tersebut melekat ditubuh hingga bertahun-tahun akan menimbulkan penyakit yang berbahaya.
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan nyata konsumen yang dipengaruhi faktor-faktor kejiwaan dan factor luar lainnya yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang dan jasa yang diinginkannya. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain keyakinan konsumen terhadap produk yang bersangkutan, keyakinan terhadap referen serta pengalaman masa lalu konsumen. Berkaitan dengan keinginan konsumen untuk membeli dikenal istilah minat beli. Minat beli merupakan bagian dari proses menuju kearah tindakan pembelian yang dilakukan seorang konsumen. Hal ini merupakan bagian kajian perilaku konsumen. Perilaku konsumen winardi (1991:141 ) dapat dirumuskan sebagai perilaku yang ditunjukan oleh orang-orang dalam hal merencanakan, membeli dan menggunakan barang-barang ekonomi dan jasa-jasa. Dengan demikian perilaku konsumen terdiri dari aktivitas-aktivitas yang melibatkan orang-orang sewaktu sedang menyeleksi, membeli dan menggunakan produk-produk dan jasa, sedemikian rupa sehingga hal tersebut memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Menurut Essael (1987: 11) ada tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen yaitu:
(1) Faktor individual konsumen yang meliputi pendidikan dan penghasilan konsumen;
(2) Pengaruh lingkungan;
(3) Strategi pemasaran; Strategi pemasaran merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh pemasar dalam usaha memberi informasi dan mempengaruhi konsumen. Variabel ini adalah produk, harga, distribusi dan promosi. Perubahan sosial ekonomi mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli, baik untuk kebutuhan primer maupun sekunder. Perubahan sosial ekonomi meliputi pendapatan dan tingkat pendidikan yang merupakan karakteristik pembeli. Terdapat korelasi langsung antara tingkat pendidikan, pendapatan dan kemampuan membeli seseorang. Pendidikan secara langsung berkaitan dengan kemampuan membeli karena terdapat korelasi yang kuat antara pendidikan dan pendapatan. Pendidikan mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan, konsumen yang pendidikannya tinggi mempunyai pandangan yang berbeda terhadap alternatif merk dan harga dibandingkan dengan konsumen berpendidikan yang lebih rendah. Untuk melakukan pembelian, konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen
faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
5. Pembelajaran (learning) merupakan proses belajar yang dilakukan seseorang setelah membeli produk tersebut dengan melihat apakah produk tersebut memiliki kegunaan dan akan dijadikan sebagai alternatif dalam pembelian selanjutnya.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
http://unnesdiskusi.blogspot.com/2007/08/teori-konsumsi.html

http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=96:adni-4410-psikologi-industri&Itemid=74&catid=29:fisip

Selasa, 29 Desember 2009

sikap pekerja & kepuasan kerja

SIKAP PEKERJA & KEPUASAN KERJA

Kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sifat khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan sosial individu di luar kerja. Biasanya orang akan merasa puas atas kerja yang telah atau sedang ia jalankan, apabila apa yang ia kerjakan telah memenuhi harapan salah satu tujuannya bekerja. Apabila seseorang mendambakan sesuatu, berarti ia memiliki suatu harapan dengan demikian ia akan termotivasi melakukan tindakan ke arah pencapaian harapan tersebut. Jadi, kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dari karyawan yang berhubungan dengan kondisi dirinya.

~ Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
a. Lingkungan, terdiri dari tingkat pekerjaan, isi pekerjaan, pimpinan yang penuh     perhatian, kesempatan promosi dan interaksi sosial dan bekerja dalam kelompok.
b. Faktor individual, terdiri dari jenis kelamin, lamanya bekerja dan tingkat pendidikan.
c. Rasa aman merupakan situasi tentram dalam kerja, rasa bebas dari tekanan     kebijaksanaan, jaminan dan kelangsungan pekerjaan yang dirasakan pekerja.
d. Kondisi kerja merupakan kenyamanan ruang kerja yang dirasakan dapat     mempengaruhi aktivitas kerja, luas sempitnya ruangan, prgantian udara, terbuka dan     tertutupnya ruangan dan suasana ketenangan kerja.
e. Waktu istirahat, maksudnya adalah istirahat yang resmi diberikan perusahaan, yang     tidak resmi yang dibutuhkan oleh pekerja


Teori-Teori tentang Kepuasan Kerja

Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yang lazim dikenal yaitu:

1.Teori Perbandingan Intrapersonal (Discrepancy Theory)
Kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh individu merupakan hasil dari perbandingan atau kesenjangan yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap berbagai macam hal yang sudah diperolehnya dari pekerjaan dan yang menjadi harapannya. Kepuasan akan dirasakan oleh individu tersebut bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan kecil, sebaliknya ketidakpuasan akan dirasakan oleh individu bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan besar.

2. Teori Keadilan (Equity Theory)
Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor, maupunditempat lain.

3. Teori Dua – Faktor (Two Factor Theory)
Prinsip dari teori ini adalah bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan Dissatisfier atau hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators.

CONTOH………
Setelah adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran, motivasi pekerja di sebuah perusahaan biasanya cukup rendah. Ini bisa jadi disebabkan karena karyawan mempersepsi adanya ketidakadilan, baik dari sudut pandang Equity Theory maupun Procedural Justice. Ketika perusahaan memecat karyawan yang telah memberikan kontribusi berupa kerja keras dan keahlian, karyawan mempersepsi bahwa ketidakadilan telah terjadi.


Baca dulu y sampe selesai…n tolong ksi comentnya y……txu before……..

CONTOH……….
Para pekerja perlu merasa bahwa mereka mampu mencapai prestasi yang tinggi. Jika perlu, perusahaan perlu memberikan pelatihan untuk memastikan bahwa para karyawan memang memiliki keahlian yang dituntut oleh masing-masing pekerjaannya. Contoh tersebut menggunakan teori expectancy.

Gagasan kaku mengenai cara dan sasaran perusahaan
CONTOH KASUS
Seorang wakil presiden suatu industri dipanggil oleh pimpinan eksekutifnya setelah terjadi pemecatan manajer yang keempat dalam jangka waktu lima tahun di pabrik yang sama.
Ketika diminta untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya, wakil presiden per-usahaan itu mengatakan, masalahnya masih tetap yang lama yaitu rendahnya gaji manajer perusahaan. Ini merupakan masalah yang dirasakan dalam semua operasi perusahaan, yang menyebabkan pemecatan banyak manajer yang “sedikit atau sama sekali tidak mempunyai latar belakang dalam manajemen, tidak mempunyai prestasi sukses yang istimewa dan tidak memiliki pengetahuan yang luas mengenai bisnis perusahaan”.

Pimpinan eksekutif perusahaan itu mengatakan, ia telah mendengar semua yang dikatakan itu sebelumnya, dan dengan demikian secara tidak langsung masalah itu memang ada. Tetapi kemudian ia mengatakan, “Anda tahu bagaimana perasaan saya mengenai gaji yang besar. Itu tidak tepat.”

Wakil presiden perusahaan menjelaskan bahwa manajemen perusahaan semakin lemah karena terlalu banyak waktu digunakan untuk memecahkan masalah daripada membangun basis yang kuat. Di samping itu penjualan meningkat, tetapi keuntungan tetap.

Sekali lagi pimpinan eksekutif tidak sependapat dengan wakil presiden perusahaan. la mengatakan, kalau para manajer mendapat gaji lebih besar, setiap orang akan menuntut kenaikan gaji.

Akhirnya, wakil presiden perusahaan melontarkan argumentasinya yang paling ampuh bahwa patokan demikian menyebabkan pengeluaran yang besar sekali. la menaksir kita rugi 200.000 dollar di pabrik tahun lalu, sedangkan dengan tambahan 20.000 dollar dalam bentuk kenaikan gaji, kita dapat memiliki manajer dan staf yang baik.

Pimpinan eksekutif masih tetap mempertahankan pendiriannya. “Saya pikir Anda benar, tetapi buat saya rasanya tetap saja tidak benar.”

Orang yang pikirannya terlalu tertutup dalam satu bidang mungkin saja sangat luwes dalam bidang lain. Pimpinan eksekutif yang satu ini mungkin tidak sukar menyesuaikan dirinya dengan berbagai strategi pemasaran inovatif atau berbagai teknik industri yang baru.

Tetapi pendapatnya yang kaku mengenai gaji yang rendah telah membuatnya tidak dapat melihat kenyataan bahwa sikap seperti itu merugikan perusahaannya. Sikap yang kaku untuk menerima gagasan yang bertentangan dengan pikiran itu berurat-akar dalam kepribadiannya, sehingga sukar sekali mengubahnya.

Pengakuan adalah langkah pertama untuk mengadakan perubahan Eksekutif yang ngotot ini seharusnya sadar akan pendiriannya yang merugikan itu setelah mendengarkan semua argumentasi yang diberikan pihak lain.

Inilah sebabnya mengapa Anda perlu mengembangkan suatu sistem tertentu yang dapat menjamin segera tersorotnya sikap-sikap yang terlalu kaku terutama sekali kekakuan Anda sendiri. Ini dapat dilakukan dengan cara mempercayakan tugas itu kepada seorang rekan; menerapkan suatu sistem pintu terbuka, atau mendorong kerjasama antar karyawan yang independen dan setia. Pastikanlah jangan sampai sikap yang kaku membuat Anda menjadi musuh Anda sendiri yang paling besar.

Jgn lupa ksi comentnya y…..
CONTOH…………..
Kepuasan kerja karyawan RS Raden Mattaher Jambi sangat dipengaruhi oleh insentif yang mereka terima. Sementara berkaitan dengan pembagian kerja, tidak ada hubungan secara langsung dengan kepuasan karyawan. Puas atau tidaknya karyawan lebih berkaitan dengan beban kerja yang tidak merata antara satu karyawan dengan karyawan yang lain. terlebih lagi dengan insentif yang sangat kecil yang mereka terima.
Kesenangan terhadap pekerjaan ini mendorong sebagian besar karyawan untuk mendapatkan capaian karir yang lebih tinggi. Moral kerja karyawan semakin naik dengan semangat yang mereka miliki tersebut. Sehingga bagi sebagian besar karyawan, mereka menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka geluti selama ini tetap mampu membuat mereka berkembang dan mengaktualisasikan diri. Hal tersebut terlihat dengan adanya motivasi dari karyawan Rumah Sakit untuk mendapatkan pendidikan dan training-training untuk meningkatkan kapasitas mereka.
Menurut karyawan RS Raden Mattaher, mereka merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan selama ini telah sesuai dengan kemampuan mereka. Sehingga bagi mereka penempatan dan posisi mereka dalam bekerja menjadi hal penting yang menentukan apakah mereka puas terhadap kerja yang mereka lakukan selama ini.
Walaupun menurut mereka pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka, mereka tetap merasa lebih berkembang.
4 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Kepuasan kerja karyawan RS Mattaher dipengaruhi oleh penempatan mereka pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Walaupun karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya tetapi mereka tidak merasa keberatan.
Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari persepsi karyawan, yaitu bahwa dengan menyelesaikan tugas atau dengan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan memiliki nilai yang penting dalam pekerjaan tersebut.
Kepuasan kerja merupakan hasil penilaian yang mendasar pada aspek respon emosional terhadap faktor-faktor pekerjaan, aspek persepsi individu terhadap apa yang mereka kerjakan sebagai suatu hal yang penting dan persepsi terhadap seberapa baik hasil yang dirasakan.

JADI….
Kepuasan kerja tidak secara langsung berhubungan dengan pembagian kerja. Pembagian kerja bagi sebagian besar karyawan RS Raden Mattaher telah sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Persoalan yang lebih mengemuka adalah beban kerja yang berbeda pada masing-masing karyawan, sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan bagi mereka yang mendapatkan beban kerja lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Berkaitan dengan insentif, hal ini sangat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Insentif yang dirasakan sangat kecil atau tidak sesuai dengan beban kerja yang mereka lakukan menurunkan moral dan motivasi kerja karyawan. Besaran jumlah insentif ini menurut karyawan RS Raden Mattaher sebaiknya disesuaikan dengan beban kerja, kemampuan dan tingkat pendidikan dari seorang karyawan. Apalagi dengan tidak transparannya pihak rumah sakit dalam melakukan pengelolaan terhadap insentif atau imbalan yang diberikan karyawan, sehingga rasa tidak puas dirasakan juga dalam kerja
keseharian karyawan.

Nah dah selesai semuanya dech…..gimana pendapat nya?jgn lupa d.coment y…….txu….

DAFTAR PUSTAKA
Mazbow. 2009. Teori Kepuasan Kerja. Retrived at http://www.mazbow.com/2009/10/
        teori-psikologi-kepuasan-kerja.html. 28 Desember 2009.
Wirawan. 2009. Psikologi Organisasi. Retrieved at http://www.eramuslim.net/?buka=
        show_artikel&id=721. 28 Desember 2009.

Senin, 14 Desember 2009

teori-teori motivasi dan job enrichment

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN :
Teori – teori Motivasi
Teori Harapan
Teori Kebutuhan Maslow
Job Enrichment
Disusun Oleh: Kelas : 3PA06
1. Dzanna Maulida (10507069)
2. Hana Thahir (10507102)
3. Putri Ines Sasdinasti (10507189)
4. Teny Mulia (10507239)


TEORI - TEORI MOTIVASI

Motivasi adalah kesedian melakukan usaha tingkat tinggi guna mencapai sasaran atau tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan usaha tersebut memuaskan kebutuhan sejumlah individu. Meskipun secara umum, motivasi merujuk ke upaya yang dilakukan guna mencapai setiap sasaran, disini kita merujuk ke sasaran organisasi karena fokus kita adalah perilaku yang berkaitan dengan kerja. Ada tiga unsur kunci dalam definisi itu : upaya, sasaran organisasi, dan kebutuhan. Beberapa Teori – teori Motivasi :

1). Teori Drive Reinforcement
Ketika suatu keadaan dorongan internal muncul,individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Implikasinya sering terjadi dalam bidang industri dan organisasi, sebagai contoh :



a. Reward
Seorang Sales Promotion Girl (SPG) di salah satu hyper market di kawasan Jakarta yang pada awalnya mendapat posisi menjadi SPG, sekarang ia menduduki jabatan sebagai administrasi untuk sebuah produk yang ia kerjakan. Hal tersebut dikarenakan semasa ia menjadi SPG, ia berhasil memenuhi target yang dicapai bahkan mungkin, ia menjadi salah satu SPG yang dapat melebihi target di setiap minggunya.
Berdasarkan contoh diatas, hal tersebut termasuk kedalam teori motivasi yaitu drive reinforcement yang lebih spesifik lagi termasuk kedalam reward. Yakni jika SPG tersebut dapat memenuhi atau melebihi target, maka ia dijanjikan akan naik jabatan.

b. Punishment
Punishment merupakan hukuman yang diberikan agar seseorang termotivasi kembali untuk melakukan suatu hal. Misalnya ; pada contoh kasus Sales Promotion Girl (SPG) yang telah diuraikan diatas, Jika SPG tersebut terlambat masuk kantor pada jam yang sudah ditentukan selama 3x dalam kurun waktu 1 bulan maka akan dikenakan pemotongan upah kerja (Gaji) sebesar 0,5% dari gaji pokok. Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang bisa termotivasi kembali untuk melakukan hal yang lebih baik setelah diberikan punishment ketika melakukan suatu kesalahan.

2). Teori Harapan
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.
Implikasi praktis dari teori di atas yaitu; dalam kasus Sales Promotion Girl (SPG) misalnya, ketika SPG tersebut menginginkan kenaikan jabatan yang juga disertai dengan peluang yang besar untuk kenaikan jabatan maka SPG tersebut akan berusaha semaksimal mungkin tetapi jika harapan untuk mencapai kenaikan jabatan itu rendah (kemungkinannya kecil) maka SPG tersebut akan bermalas-malasan dalam mencapai keinginannya. Disinilah teori motivasi harapan sangat berperan besar dalam mencapai suatu tujuan organisasi.

3). MOTIVASI dalam TEORI KEBUTUHAN MASLOW
Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.
Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :
1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
Contoh pengalamannya : Dulu saya hanya bekerja sebagai notulen, dan gaji saya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.Pada akhirnya saya naik jabatan menjadi sekertaris dan gaji saya pun ikut bertambah dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saya.

“JOB ENRICHMENT”
Salah satu faktor kunci dalam desain pekerjaan baik pekerjaan pengayaan, terutama dipromosikan oleh psikolog Frederick Herzberg dalam artikel tahun 1968 "One More Time: Bagaimana Memotivasi Karyawan Anda?". Ini adalah praktek untuk meningkatkan pekerjaan individu untuk membuat tanggung jawab lebih memuaskan dan memberi inspirasi bagi orang-orang yang melakukannya.
Dengan pengayaan pekerjaan, Anda memperluas tugas mengatur bahwa seseorang melakukan. Anda memberikan lebih merangsang dan menarik menambah pekerjaan yang beragam dan tantangan kepada karyawan rutinitas sehari-hari. Hal ini meningkatkan kedalaman pekerjaan dan memungkinkan orang untuk memiliki lebih banyak kontrol atas pekerjaan mereka.
Job Depth
Derajat pengaruh atau kebijaksanaan yang dimiliki seorang individu untuk memilih bagaimana pekerjaan akan dilakukan.
Contoh kasus: Seorang desainer yang pada awal kariernya memulai dengan belajar membuat suatu busana sederhana, seperti kaos atau celana biasa, dan lain-lain. Tetapi ketika in telah menemukan suatu ide dan teknik yang cocok yang dapat menciptakan suatu busana baru yang luar biasa, maka desainer tersebut akan mendalami bidang tersebut dengan lebih dalam lagi, dan tidak menutup kemungkinan ia bisa menjadi seorang desainer terkenal.
Job Range
Jumlah tugas seseorang diharapkan untuk melakukan saat melakukan pekerjaan. Semakin banyak tugas yang diperlukan, semakin besar rentang pekerjaan.
Contoh kasus : Seseorang yang bekerja sebagai Baby Sister yang memiliki tugas untuk merawat bayi atau anak. Namun pada kenyataannya tugas mereka lebih dari itu, mereka terkadang harus membersihkan rumah, memasak juga bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang sebenarnya bukan menjadi tugas utamanya.

Merancang pekerjaan yang Memotivasi
Ada lima faktor desain pekerjaan yang biasanya memberikan kontribusi kepada orang-orang yang menikmati pekerjaan:
• Skill Variety - Meningkatkan jumlah individu keterampilan yang digunakan ketika melakukan pekerjaan.
• Tugas Identity - Mengaktifkan orang untuk melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.
• Signifikansi Tugas - Memberikan pekerjaan yang memiliki dampak langsung terhadap organisasi atau para stakeholder.
• Otonomi - Meningkatkan tingkat pengambilan keputusan, dan kebebasan untuk memilih bagaimana dan ketika pekerjaan selesai.
• Saran atau masukan - Meningkatkan jumlah pengakuan untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dan mengkomunikasikan hasil karya orang.

Job Enrichment Pilihan
Fokus utama adalah memberikan pengayaan pekerjaan orang-orang lebih banyak kontrol atas pekerjaan mereka (kurangnya kontrol adalah penyebab utama stres, dan karena itu ketidakbahagiaan.) Bila memungkinkan, biarkan mereka untuk mengambil tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh supervisor. Ini berarti bahwa mereka memiliki lebih banyak pengaruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan mengevaluasi pekerjaan yang mereka lakukan.
Dalam pekerjaan yang diperkaya, orang-orang kegiatan lengkap dengan meningkatnya kebebasan, kemerdekaan, dan tanggung jawab. Mereka juga menerima banyak umpan balik, sehingga mereka dapat menilai dan memperbaiki kinerja mereka sendiri.
Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda gunakan untuk memperkaya pekerjaan di tempat kerja Anda:
• Putar Jobs - Berikan orang kesempatan untuk menggunakan berbagai keterampilan, dan melakukan berbagai jenis pekerjaan. Cara yang paling umum untuk melakukan ini adalah melalui rotasi pekerjaan. Gerakkan pekerja melalui berbagai pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk melihat berbagai bagian dari organisasi, belajar keterampilan yang berbeda dan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Ini dapat sangat memotivasi, terutama bagi orang-orang dalam pekerjaan yang sangat berulang atau yang berfokus pada hanya satu atau dua keterampilan.
• Combine Tugas - Gabungkan aktivitas kerja untuk memberikan yang lebih menantang dan kompleks tugas pekerjaan. Hal ini dapat secara signifikan meningkatkan "identitas tugas" karena orang melihat pekerjaan melalui dari awal sampai akhir. Hal ini memungkinkan pekerja untuk menggunakan berbagai macam keterampilan, yang dapat membuat pekerjaan terasa lebih bermakna dan penting.

Minggu, 01 November 2009

Teori-teori Leadership

TEORI LEADERSHIP
Fiedler (1964, 1967)

Efektivitas kepemimpinan tergantung pada persepsi pemimpin terhadap anggota kelompoknya. Persepsi pemimpin terhadap anggotanya diukur berdasarkan pada pandangannya terhadap anggotany yang paling lemah, peling rendah prestasinya atau paling tidak disukai (LPC/Least Prefered Co-Worker). Kalau LPC dinilai tinggi, pemimpin lebih tenang dalam bekerja, lebih demokratis, dan lebih mampu membagi tanggung jawab kepada anggotanya. Akan tetapi, jika LPC rendah, pemimpin cenderung bersikap keras, mau mengatur, dan otokratik. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa LPC rendah (otokratik) karena tergantung juga pada situasinya.
Ada situasi yang mendukung (favourable) hasil kerja kelompok karena hubungan afektif (emosi) dengan anggota baik, struktur tugas jelas, dan posisi kekuasaan pemimpin cukup baik. Akan tetapi, ada juga situasi yang tidak mendukung (unfavorable) karena hubungan atasan-bawahan kurang baik, struktur tugas tidak jelas, dan posisi kekuasaan pemimpin lemah. Tipe kepemimpinan demokratis ternyata hanya baik untuk situasi yang sedang (antara favorable dan unfavorable), sedangkan untuk situasi yang ekstrem (sangat favorable atau sangat unfavorable tipe kepemimpinan otokratik ternyata lebih baik). Fiedler mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup dalam mencapai tujuannya. Fiddler membagi tipe pemimpin menjadi 2:
(1). Berorientasi pada tugas
(2). Berorientasi pada maintenance
Dari observasi ini ditemukan fakta bahwa tidak ada korelasi konsisten antara efektifitas grup dan perilaku kepemimpinan.
Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan efektif pada 2 set kondisi :
(1). Pada set yang pertama, pemimpin ini sangat memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang didelegasikan pada anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi yang tinggi dengan otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat termotivasi melakukan tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
(2). Pada set yang kedua, pemimpin ini tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini, pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
Hasil dari riset ini adalah fungsi distribusi pada teori kepemimpinan yang perlu dimodifikasi sebagai pengaruh kondisi situasional pada gaya kepemimpinan suatu grup.
Teori kontingensi menganggap bahwa kepemimpinan adalah suatu proses di mana kemampuan seorang pemimpin untuk melakukan pengaruhnya tergantung dengan situasi tugas kelompok (group task situation) dan tingkat-tingkat daripada gaya kepemimpinannya, kepribadiannya dan pendekatannya yang sesuai dengan kelompoknya. Dengan perkataan lain, menurut Fiedler, seorang menjadi pemimpin bukan karena sifat-sifat daripada kepribadiannya, tetapi karena berbagai faktor situasi dan adanya interaksi antara Pemimpin dan situasinya.
Sebagai landasan studinya, Fiedler menemukan 3 (tiga) dimensi kritis daripada situasi/lingkungan yang mempengaruhi gaya Pemimpin yang sangat efektif, yaitu:
a. Kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan (Position power).
Kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan ini berbeda dengan sumber kekua-saan yang berasal dari tipe kepemimpinan yang kharismatis, atau keahlian (expertise power). Berdasarkan atas kekuasaan ini seorang pemimpin mempunyai anggota-anggota kelompoknya yang dapat diperintah/dipimpin, karena ia bertindak sebagai seorang Manager, di mana kekuasaan ini diperoleh berdasarkan atas kewenangan organisasi (organizational authority).
b. Struktur tugas (task structur).
Pada dimensi ini Fiedler berpendapat bahwa selama tugas-tugas dapat dipe-rinci secara jelas dan orang-orang diserahi tanggung jawab terhadapnya, akan berlainan dengan situasi di mana tugas-tugas itu tidak tersusun (unstructure) dan tidak jelas. Apabila tugas-tugas tersebut telah jelas, mutu daripada penyelenggaraan kerja akan lebih mudah dikendalikan dan anggota-anggota kelompok dapat lebih jelas pertanggungjawabannya dalam pelaksanaan kerja, daripada apabila tugas-tugas itu tidak jelas/kabur.

c. Hubungan antara Pemimpin dan anggotanya (Leader member relations).
Dalam dimensi ini Fiedler menganggap sangat penting dan sudut pandangan seorang Pemimpin), apabila kekuasaan atas dasar kedudukan/jabatan dan stuktur tugas dapat dikendalikan secara lebih luas dalam suatu badan usaha/organisasi dan selama anggota kelompok suka melakukan dan penuh kepercayaan terhadap kepimpinannya.

TEORI NORMATIVE
Vroom & Yetton

Teori kepemimpinan Vroom&Yetton disebut juga Teori Normatif (Normative Theory), karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. Yaitu berfokus pada tingkat partisipasi yang diperbolehkan oleh pemimpin dalam pengambilan keputusan dan seleksi pendekatan yang akan memaksimalkan manfaat yang akan didapat kelompok dan pada waktu yang bersamaan, meminimalisasi gangguan pencapaian tujuan kelompok. Model yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin harus memimpin dalam berbagai situasi. Model ini menunjukan bahwa tidak ada corak kepemimpinan tunggal yg dapat diterapkan pada semua situasi.
Ada 5 tipe kunci metode kepemimpinan yang teridentifikasi (Vroom & Yetton, 1973):
1. Autocratic : membuat keputusan dengan menggunakan informasi yang saat ini terdapat pada pemimpin dan seluruh anggota kelompok tanpa terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari penyampaian informasi yang mereka berikan.
2. Consultative : pemimpin berkonsultasi terlebih dahulu dengan angota-angotanya (meminta masukan atau pertimbangan) sebelum membuat keputusan.
3. Group : berbagi masalah yang ada dengan kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan apapun yang dibuat oleh kelompok.
4. Delegated : pemimpin dan anggota bersama-sama membuat keputusan.

TEORY PATH GOAL
Martin Evans & Robert House ( 1970)

Martin Evans dan Robert House ( 1970-an) mengembangkan teori kepemimpinan Path-goal yang menyatakan bahwa pemimpin yang efektif menjelaskan perilaku-perilaku (path) yang akan membawa pencapaian tujuan.
Empat jenis perilaku pemimpin dalam teori Path-Goal adalah:
Pemimpin langsung membiarkan bawahan mengetahui apa yang diharapkan oleh mereka,memberi petunjuk khusus bagaimana menyelesaikan tugas,jadwal kerja harus dijalankan,dan menjaga standar definitive penampilan kerja bawahan.

Kepemimpinan suportif, bersahabat dan menunjukkan perhatian pada status,kesediaan,dan keinginan bawahan.

Kepemimpianan partisipatif, pemimpin berkonsultasi dengan bawahan dan menerima usulan bawahan sebelum mengambil keputusan.

Kepemimpinan berorientasi pada prestasi, melibatkan harapan agar bawahan menampilkan kerjanya dengan maksimal untuk mencapai tujuan.

Teori Path-Goal mengatakan bahwa perilaku pemimpin yang tepat tergantuk pada beberapa karakteristik pribadi dari bawahan dan karakteristik dari lingkungan.

Karakteristik pribadi yang penting termasuk dalam teori Path-Goal adalah locus of control dan kemampuan penerimaan. Karakteristik lingkungan yang penting dalam teori Path-Goal adalah stuktur tugas,system kewenangan formal,dan kelompok kerja utama.



DAFTAR PUSTAKA

Arum. 2009. Teori Leadership Menurut Fiedler. Retrieved at http://arum05.wordpress.com. 30 Oktober 2009.
Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta.
Lisady. 2009. Teori Path Goal. Retrieved at http://lisadymanajem.blogspot.com.
30 Oktober 2009.